Senin, 26 Oktober 2015

resensi film "pinocchio"

Resensi Film “PINOCCHIO”
Release Date: November 2014 – Juanuari 2015
Genre : Fantasy, Romance , Family
Pemain: Park Shin Hye sebagai Choi In Ha
Noh Jung Ui sebagai young In Ha
Lee Jong Suk sebagai Choi Dal Po
Kim Young Kwang sebagai Seo Bum Jo
Lee Yoo Bi sebagai Yoon Yoo Rae
Lee Pil Mo sebagai Hwang Gyo Dong
Jumlah episode : 20

Sinopsis pada episode pertama menceritakan tentang siang hari di suatu sekolah disiarkan langsung Quiz Challenge dari YNG (sebuah stasiun penyiaran). Salah satu dari murid sekolah itu, Ahn Chan Soo, jadi pesertanya. Ada kursi di kelas itu yang kosong, yaitu kursi Choi Dal Po. Guru dan teman-temannya terkejut karena ternyata ia ada di TV dan sedang ingin bersaing dengan Ahn Chan Soo. Dalam acara quiz tersebut, Choi Dal Po di remehkan karena dianggap bodoh.
Saat itu Dal Po diminta untuk menjawab pertanyaan kelima yang berkaitan dengan Pinokio. Dal Po langsung teringat akan masa lalunya saat kecil yang sangat menyedihkan.
Flashback : Suat hari tejadi sebuah kebarakan, Ayah Ha Myung (nama kecil Dal Po) merupakan seorang pemadam kebaran namun sejak saat itu masalah Ha Myung bertambah rumit. Pasalnya, sang ayah yang dikabarkan meninggal ternyata bohong dan beredar kabar jika ayah Ha Myung yang merupaka seorang petugas pemadam kebakaran justru melarikan diri dari tugasnya. Tentu saja hal tersebut membuat heboh media.
Keluarga Ha Myung disalahkan dan selalu menjadi gosip di sebuah televisi, bahkan hingga Ayah Ha Myung tak juga menampakkna diri yang semakin membuat media heboh dan menyangkan jika keluarga Ha Myung sengaja menyembunyikan Ayah Ha Myung. Bahkan sempat ada saksi yang melihat Ayah Ha Myung, saksi itu sendiri ternyata memiliki sindrom pinokio dimana dia akan cegukan jika berbohong, dan dari situlah sindrom pinokio berawal.
Hingga 5 bulan berlalu, Cho In Ha kecil muncul bersama ayahnya untuk pergi ke tempat kakeknya, namun saat tiba disana Ayah Choi In Ha terkejut kala dia bertemu dengan Ha Myung yang berubah menjadi Dal Po yang merupakan kakaknya yang kabarnya telah meninggal. Namun Dal Po sendiri hanya berpura-pura hingga sang kakek sembuh.
Namun Dal Po mulai marah dan benci pada In Ha kala dia mengetahui jika ibu In Ha adalah reporter yang dulu selalu menggosipkan tetang ayahnya di televisi dan Dal Po sangat membencinya.
Menurut saya episode pertama film ini sudah mampu membuat pecinta drama korea meneteskan air mata, karena dikemas begitu dramatis, dengan jalan cerita yang frame in frame. Menceritakan cerita sesudahnya terlebih dahulu, baru menjelaskan kisah sebelumnya, membuat para penonton bertanya tanya. Acting yang sangat menghayati disertakan emosi dari film tersebut mudah sampai kepada penonton. Pembuatan karakter dari masing-masing pemainnya kreatif, karena dapat mengaitkan dengan cerita pinokio, jika berbohong ada sesuatu yang secara fisik terlihat, pada film tersebut adalah dengan cegukan. Dari kacamata saya, saya menikmati film tersebut karena diceritakan dengan ringan, dan konflik yang dibuat cukup pintar dan rumit, namun tetap mudah untuk diikuti.
Secara kode etik jurnalistik, ada beberapa pemaksaan yang dilakukan reporter dalam film tersebut, seperti menghiperbola keadaan, dan membuat gossip, serta melakukan pemaksaan pertanyaan agar terciptanya suatu drama yang bagus untuk dijual di TV.


RESENSI FILM "PINOCCHIIO"


Resensi Film “PINOCCHIO”
Release Date: November 2014 – Juanuari 2015
Genre : Fantasy, Romance , Family
Pemain: Park Shin Hye sebagai Choi In Ha
Noh Jung Ui sebagai young In Ha
Lee Jong Suk sebagai Choi Dal Po
Kim Young Kwang sebagai Seo Bum Jo
Lee Yoo Bi sebagai Yoon Yoo Rae
Lee Pil Mo sebagai Hwang Gyo Dong
Jumlah episode : 20

Sinopsis pada episode pertama menceritakan tentang siang hari di suatu sekolah disiarkan langsung Quiz Challenge dari YNG (sebuah stasiun penyiaran). Salah satu dari murid sekolah itu, Ahn Chan Soo, jadi pesertanya. Ada kursi di kelas itu yang kosong, yaitu kursi Choi Dal Po. Guru dan teman-temannya terkejut karena ternyata ia ada di TV dan sedang ingin bersaing dengan Ahn Chan Soo. Dalam acara quiz tersebut, Choi Dal Po di remehkan karena dianggap bodoh.
Saat itu Dal Po diminta untuk menjawab pertanyaan kelima yang berkaitan dengan Pinokio. Dal Po langsung teringat akan masa lalunya saat kecil yang sangat menyedihkan.
Flashback : Suat hari tejadi sebuah kebarakan, Ayah Ha Myung (nama kecil Dal Po) merupakan seorang pemadam kebaran namun sejak saat itu masalah Ha Myung bertambah rumit. Pasalnya, sang ayah yang dikabarkan meninggal ternyata bohong dan beredar kabar jika ayah Ha Myung yang merupaka seorang petugas pemadam kebakaran justru melarikan diri dari tugasnya. Tentu saja hal tersebut membuat heboh media.
Keluarga Ha Myung disalahkan dan selalu menjadi gosip di sebuah televisi, bahkan hingga Ayah Ha Myung tak juga menampakkna diri yang semakin membuat media heboh dan menyangkan jika keluarga Ha Myung sengaja menyembunyikan Ayah Ha Myung. Bahkan sempat ada saksi yang melihat Ayah Ha Myung, saksi itu sendiri ternyata memiliki sindrom pinokio dimana dia akan cegukan jika berbohong, dan dari situlah sindrom pinokio berawal.
Hingga 5 bulan berlalu, Cho In Ha kecil muncul bersama ayahnya untuk pergi ke tempat kakeknya, namun saat tiba disana Ayah Choi In Ha terkejut kala dia bertemu dengan Ha Myung yang berubah menjadi Dal Po yang merupakan kakaknya yang kabarnya telah meninggal. Namun Dal Po sendiri hanya berpura-pura hingga sang kakek sembuh.
Namun Dal Po mulai marah dan benci pada In Ha kala dia mengetahui jika ibu In Ha adalah reporter yang dulu selalu menggosipkan tetang ayahnya di televisi dan Dal Po sangat membencinya.
Menurut saya episode pertama film ini sudah mampu membuat pecinta drama korea meneteskan air mata, karena dikemas begitu dramatis, dengan jalan cerita yang frame in frame. Menceritakan cerita sesudahnya terlebih dahulu, baru menjelaskan kisah sebelumnya, membuat para penonton bertanya tanya. Acting yang sangat menghayati disertakan emosi dari film tersebut mudah sampai kepada penonton. Pembuatan karakter dari masing-masing pemainnya kreatif, karena dapat mengaitkan dengan cerita pinokio, jika berbohong ada sesuatu yang secara fisik terlihat, pada film tersebut adalah dengan cegukan. Dari kacamata saya, saya menikmati film tersebut karena diceritakan dengan ringan, dan konflik yang dibuat cukup pintar dan rumit, namun tetap mudah untuk diikuti.
Secara kode etik jurnalistik, ada beberapa pemaksaan yang dilakukan reporter dalam film tersebut, seperti menghiperbola keadaan, dan membuat gossip, serta melakukan pemaksaan pertanyaan agar terciptanya suatu drama yang bagus untuk dijual di TV.

Senin, 28 September 2015

Perbaikan Feature dari Donna Alvita Ellora


Yunus dan Seni
     Yunus, itulah panggilan pemuda kelahiran 17 Januari 1996. Nama lengkapnya adalah Yunus Prihandono. Seni adalah hidupnya. Banyak hal yang ia lakukan, di manapun ia berada, pastilah meninggalkan suatu karya berupa seni.

     Ia memiliki ketertarikan terhadap gitar. Sejak duduk di bangku SMP, Yunus mulai belajar memetik gitar dengan tetangganya, Pak Tomo. Adapun genre musik yang ia gemari adalah musik rock.

      Yunus terus mengasah kemampuannya dalam bermain gitar dan selalu aktif di band sekolah. Salah satu prestasinya saat ia masih pemula adalah menjadi pengisi acara pameran pendidikan di SMP Kanisius. Pengalaman itu menjadi motivasi untuk terus berkarya di bidang musik. 

     Ksatria bergitar ini suka bernyanyi. Saat SMA, ia aktif dalam ekstrakurikuler paduan suara bernama “Sancfortius” yang merupakan singkatan dari Sanctus Fortus of Bunda Hati Kudus. Ia masuk sebagai seorang tenor atau suara III, yang artinya pria yang bernyanyi dengan nada tinggi. Banyak prestasi yang ia toreh bersama Sancfortius melalui lomba-lomba paduan suara. Selain mengikuti lomba paduan suara, Sancfortius juga aktif dalam pelayanan di Gereja St. Kristoforus, Grogol, untuk bernyanyi saat ibadah. 

     Pemuda dengan tinggi 173 cm ini juga sempat dipercaya untuk menjadi gerong, yakni penyanyi yang diiringi alat musik gamelan untuk beberapa acara, seperti lomba dan festival budaya. Kegiatan lain yang ia ikuti untuk menyalurkan minat dan bakatnya adalah aktif dalam Kelompok Rohani sebagai tim worship yang menyanyikan puji-pujian. 

     Drama merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup manusia. Drama adalah seni, dan Yunus tak dapat terpisahkan dari seni itu sendiri. Beberapa kali Yunus menjadi pemeran utama untuk pentas seni teater saat SMA, seperti teater yang berjudul "Demi Cinta" dan "Adrian". Apabila tidak ikut berperan dalam pentas, Yunus aktif menjadi pemusik yang mengiringi teater itu. Sampai lulus SMA, Yunus tidak berhenti berkarya. Itu semua hanyalah awal untuk menjadi lebih baik walau sehebat apapun rintangan yang harus ia lalui.

     Hal yang terpenting adalah keyakinan dan ketekunan. Setiap hari, putra sulung dari 2 bersaudara ini harus menempuh perjalanan yang cukup jauh demi menuntut ilmu. Dari TK sampai SMA, ia bersekolah di Bunda Hati Kudus, Grogol. Dengan sepeda motor yang setia menemaninya sejak SMA, kini hampir setiap hari Yunus melaju ke Universitas Bunda Mulia (UBM) yang terletak di daerah Jakarta Utara. Jarak tak mengurungkan tekadnya demi mencapai mimpinya menjadi seorang sutradara. Untuk itu, ia mengambil jurusan Ilmu Komunikasi peminatan broadcasting.

     Tiada hari tanpa berpikir tentang hari esok yang akan dijalani. Di UBM, Yunus memiliki keluarga kedua tempat ia bertukar pikiran, yaitu sebuah UKM yang bernama The VOU (The Voice of UBM). Yunus membicarakan banyak hal yang ada dalam benaknya tentang program kerja The VOU ke depannya bersama keluarga keduanya itu untuk terus berkarya dalam seni.

Senin, 21 September 2015

Andarillah; Bayi yang Berani "Berteriak"

Oleh Yunus Prihandono


Wanita berparas cantik kelahiran Tumani, 3 September 1996 ini bernama Andarillah Kaloh, biasa disapa "Rillah". Nama Andarillah sendiri memiliki makna yang sangat mendalam yakni, anugerah dari Allah. Ia tumbuh dewasa di keluarga yang harmonis dan memiliki seorang adik yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Siapa yang tidakpernah mendengar Andarillah? Wanita berambut panjang lurus dengan warna sedikit pirang ini adalah ketua "The Voice of UBM", salah satu unit kegiatan mahasiswa yang berperan dalam bidang seni musik. Suara indah nan lantang adalah ciri khas dari gaya bernyanyinya. Ia  mengaku sudah bisa bernyanyi sejak ia masih balita.

Bisa dibilang, kalau biasanya bayi lahir lalu menangis, mungkin beda untuk seorang Rilla. Mungkin saat ia baru lahir, ia sudah berteriak dan bernyanyi. Menarik untuk disimak, dahulu ia bersekolah di SMKN 1 Manado. Oleh karenanya, terpaksa ia hidup "nge-kost" di Manado, dan harus meninggalkan keluarganya di Tumani.

Begitupun kehidupannya sekarang ini. Kini ia hidup di Jakarta demi melanjutkan pendidikannya di Universitas Bunda Mulia. Bagaikan bayi yang berani untuk menjerit, begitupun seorang Andarillah. Baru satu tahun mengikuti UKM "The Voice of UBM, dirinya bagaikan bintang dan sudah memiliki penggemar di UBM bahkan sampai di kota asalnya.

Popularitasnya di bidang tarik suarapun tidak terhindar dari kerja kerasnya mengikuti latihan-latihan yang ada di UKM. Keseriusannya dan kecintaannya terhadap bernyanyi membawa ia sampai ketahap ini. Tidak lupa juga sejak ia di Manado, sudah sering sekali mengikuti ajang bernyanyi.

Suatu penghargaan besar yang pernah ia dapatkan adalah saat ia mewakili gereja berskala Nasional untuk bernyanyi di Surabaya. Dengan membawakan lagu "You Raise Me Up" yang dipopulerkan oleh Josh Groban, ia mampu memukau para penonton. "Itu adalah pengalaman yang sangat memukau", katanya.

Rillah, juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram, facebook, dan Youtube untuk membantu popularitasnya. Selain itu, media sosial ia gunakan untuk menyalurkan hobi bernyanyinya. Dapat kita lihat di media sosialnya, pasti banyak kita temukan ia sedang bernyanyi. Namun demikian, ia bukanlah orang yang sombong.

Bagaikan ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. begitupun juga Rillah. Ia ramah, dan mudah bergaul dengan siapapun. Perilakunya yang seru membuat orang sekitarnya nyaman dengannya. Tapi disisi lain, sebagai ketua UKM, ia dikenal dengan pribadi yang tegas dan tidak ragu-ragu untuk menegur orang yang salah.

Rilla adalah pecinta kuliner. ia sangat menyukai siomay, baso, dan nasi goreng. Makanan favorit tersebut yang hampir setiap hari disantapnya. "Belom makan, kalo gak makan salah satu di antara mereka", katanya sambil mengelus-elus perutnya tanda ia sedang lapar.

Komitmen dan kecintaan seseorang terhadap sesuatu, jika ditekuni secara terus menerus pasti akan menghasilkan buahnya. Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. begitupun Rilla, ada harga yang ia bayar, demi tercapainya suatu tujuan.


Senin, 07 September 2015

Istri "Digerebek" Mantan Suami

Latifah (35), Tanjungpinang, menyusul ke rumah Kasiyum (40), yang seorang Kades. Mereka digerebek oleh mantan suaminya, Idrus (43). Jika perceraian sudah terjadi, biasanya akan berjalan masing-masing tanpa peduli satu sama lain.

Tapi jika terjadi karena terpaksa, mantan istri masih di perhatikan. Lelaki dari Tanjungpinang tersebut masih cinta pada Latifah. Karena ada "setan lewat", Latifah terpikat pada seorang Lurah. Istri meminta cerai dan Idrus mengabulkannya. Dalam hati Idrus tidak rela karena anak-anaknya yang menjadi korban.

Cinta pada Latifah masih menyala-nyala, walaupun sudah bukan miliknya. Idrus ingin tahu sampai kapan Latifah bosan pada PILnya, dan kembali kepadanya. Masih mau barang bekas? "Demi anak-anakku apa boleh buat," kata Idrus sekali waktu.

Menjelang Ramadhan, Idrus melihat mobil mantan mertuanya parkir di Perumahan Bukit Indah Lestari RT03/RW14 Kelurahan Tanjungpinang Timur. Warga sekitar berkata bahwa itu rumah Kasiyun. Idrus terkejut karena lelaki itu yang merebut istrinya.

Cemburu membara dan Idrus melapor polisi untuk menggerebek. Polisi datang, Latifah melarikan diri. Kasiyun tenang saja menampik tuduhan menyembunyikan wanita. Katanya, "Kalau tak percaya silakan geledah." Latifah ditemukan dikamar. Keduanya dibawa ke Polsek Tanjungpinang untuk pemeriksaan.

PosKota (Kamis, 25 Juni 2015)

Senin, 24 Agustus 2015

Tentang gw

Hai, nama saya Yunus Prihandono lebih dikenal dengan panggilan Yunus. Saya lahir di Jakarta 17 Januari 1996. Saya memiliki seorang adik perempuan yang sekarang duduk di kelas 2 SMA. Beruntung sekali saya sekarang bisa berkuliah di Universitasa Bunda Mulia, Jakarta Utara. Saya masuk dalam jurusan Ilmu Komunikasi peminatan Broadcasting. Tentunya saya mengambil jurusan ini karena saya merasa tertarik.

Hobi saya adalah bermusik entah itu ngeband, ataupun mendengarkan musik. Kecintaan saya terhadap dunia musik inilah yang membuat saya sangat ingin berkuliah di bidang musik, tetapi karena orang tua saya tidak mengijinkan dan memang berkuliah dalam bidang kesenian membutuhkan uang yang banyak. Bukan hanya bermusik saja, tapi saya menyukai bidang kesenian lainnya seperti menggambar, foto, dan video.

Saya suka menggambar sudah dari kecil, sedangkan photography dan videography baru muncul ketika saya masuk SMA. disitu saya dikenalkan foto dan video oleh teman saya. Saya mulai mengerti keindahan seni foto dan video. Lama kelamaan saya mulai mencoba belajar mengambil gambar, dan hasilnya jelek.

Tidak sampai situ, saya juga aktif dalam seni theater. Dari situ saya mulai memiliki ide untuk membuat film pendek. Selama pembuatan film pendek, saya juga belajar mendapatkan sudut-sudut gambar yang bagus dan belajar editting video juga. Dan mulai saat itu saya mulai berpikiran untuk masuk jurusan DKV. Tapi setelah saya pikir-pikir, terlalu banyak uang yang akan dihabiskan untuk membeli semua peralatannya.

Terlalu rumit saat itu untuk memutuskan, sampai akhirnya saya menemukan bahwa Ilmu Komunikasi mempelajari apa yang saya sukai, seperti Broadcasting, ataupun Advertising.

Itulah cerita saya, selamat datang di blog saya.

Selasa, 08 April 2014

Cerita Motivasi tentang pandangan KESUKSESAN. (Christian Story)


Gw pernah mendengar sebuah cerita seperti ini. Dan ini membuat gw menjadi sedikit mengerti apa itu SUKSES menurut iman.
Dimulai dari,
Pada 2000an tahun yang lalu, hiduplah 3 batang pohon yang sedang dalam masa pertumbuhan. tentu saja sebagai makhluk hidup, mereka memiliki cita-cita.

Dan saat itu, mereka berbincang-bincang satu sama lain dan saling berangan-angan mengenai cita-cita apa yang ingin dicapainya pada suatu hari nanti.

Lalu kata pohon pertama kepada yang lain. "Hei, aku ingin sekali pada suatu saat nanti, jika aku sudah tumbuh besar dan kuat, aku ingin dijadikan sebagai peti permata yang sangat cantik dan semua orang akan memandang takjub diriku karena dapat menyimpan sebuah permata yang indah.



Lalu pohon kedua berkata, "wahh, hebat juga ya. kalau aku, saat aku sudah menjadi besar dan kuat, aku ingin dijadikan sebagai kapal terbesar dan dapat ditumpangi banyak orang serta raja-raja dapat menaikinya dan dapat merasa aman di dalam kapal. 


Dan yang ketiga berkata, "kalau aku, suatu saat ingin menjadi pohon yang paling tinggi dan memiliki batang yang kuat dan dapat menjadi kayu yang paling indah sepanjang masa, dan seluruh generasi dapat mengenang aku.
Lalu setelah beberapa tahun lamanya, setelah mereka tumbuh besar, datanglah seorang Bapak-bapak tua yang melihat 3 pohon itu yang berdiri gagah disitu. lalu bapak itu datang dan melihat pohon pertama, lalu menginginkan pohon pertama yang kuat itu untuk dijual kepada tukang kayu agar dijadikan sebuah tempat yang terbuat dari kayu. Saat melihat pohon kedua, ia sangat takjub akan kekuatan pohon itu, lalu ia akan menjualnya juga kepada tukang kayu untuk dibuatkan sebuah alat transportasi. dan setelah melihat pohon yang ketiga, bapak itu kebingungan dan berkata, "sepertinya aku tidak memerlukan pohon ini untuk dijual", setelah itu, ia menebangnya juga lalu membawa juga pohon ketiga dan dibawa kerumahnya.

Dan ternyata, pohon-pohon itu kecewa. kenapa?
karena semua yang dibuat oleh tukang kayu tidak seperti harapannya.
Pohon pertama dibuat menjadi palungan tempat makan para kambing dan domba yang berisi rumput dan jerami. 

Dan begitu juga pohon yang kedua, ia hanya dijadikan sebagai perahu kecil yang jauh dari harapan dan cita-cita yang ia inginkan sebelumnya.    

 Lalu pada pohon yang ketiga, karena pohon ini sangat besar, maka ia dipotong-potong menjadi beberapa potong balok-balok kayu, yang mungkin tidak berguna.
Mereka semua sangat sedih dan kecewa. semua cita-cita yang diharapkannya pupus sudah dan mereka seperti barang yang tidak berguna. tetapi beberapa saat kemudian saat ada suatu kehidupan baru yang muncul, yaitu tiba-tiba datanglah 3 orang majus dari Timur yang datang untuk melihat kelahiran seseorang yang lahir disebuah kandang, dan bayi itu ditaruh diatas palungan. Dialah Yesus, permata diatas segala permata. 
Lalu, beberapa tahun kemudian pula, pohon kedua yang sudah kecewa begitu lamanya, tiba-tiba, ada segerombol orang yang menaikinya. dan ternyata. kalian tau apa? perahu itu kuat dan cukup untuk menampung 13 orang. dan kalian tau apa yang paling tidak disangka-sangka? 

 Kapal itu dinaiki oleh Raja dari segala Raja, dan Dialah Yesus anak Bapa yang memiliki kuasa dalam perjalanan bersama murid-muridnya melawan badai.

Begitu lama, pohon ketiga sungguh-sungguh merasa amat kecewa yang mendalam karena hanya dapat menjadi gelondongan kayu-kayu yang tidak berguna. dan harapnnya untuk menjadi kayu tertinggipun gagal. tiba-tiba ada suatu kejadian yang mengherankan. kayu itu dipakai oleh seorang Raja diatas segala Raja.


Raja itupun menggendong, memikul kayu itu dengan penuh cinta. Didalam rasa sakit Nya, Raja itu tetap berusaha memeluk kayu itu dan berusaha membawanya ketempat tertinggi. Dan kayu itu menjadi kenangan dari generasi kegenerasi. 
 Dari cerita ini. kalian bisa memiliki banyak pandangan mengenai apa itu kesuksesan menurut kalian. Terserah apa pendapat kalian.

 tapi bagi gw. Semua usaha kita untuk mencapai kesuksesan akan melalui jatuh bangun dan kekecewaan, tapi tenang saja kawan, Ia lebih tau apa yang manusia butuhkan, yang sebenarnya adalah yang terindah. :)
Thq Jesus. :)







Gw Yunus

Hallo, nama gw Yunus Prihandono, nama lengkap yang bener-bener lengkap: Antonius Thomas Yunus Prihandono
Gw lahir di Jakarta, 17 Januari 1996, jadi umur gw di tahun 2014 ini adalah 18 tahun.
sekarang gw tinggal di Poris Indah. (y)... gw dari TK sampe SMA sekolah di Bunda Hati Kudus, Grogol.
buat pengenalan aja sih... agama gw Katholik. :) dan hobi gw ngeband. aliran musik ny sekitar-sekitar rock sampai metal, tapi tidak menutup kemungkinan gw main lagu dangdut, jazz, dll. bahkan gw pernah main lagu pop etnic. wkwkwkwk
segitu dulu dari gw

Sabtu, 09 November 2013

pengalaman gw naik gunung gede



Gunung Gede

            Hai semua.Gw Yunus anggota Cinta Bangsa dan Tanah Air SMA BHK GROGOL. Gw mw  cerita sedikit pengalaman gw brsama temen – temen, senior dan Pembina kami. Ada beberapa senior yang ikut sekaligus jadi guide kami, yaitu kak Aldo, WP, Ari, dan Veni. Semuanya dari Expala.Pembina kami ada ibu Didit dan bpk Agus.Dan kami anggota CBTA yang ikut ada 13 orang dari sie, Expala, PMR, Paskibra, dan Pramuka.Kami semua berangkat pada hari jumat siang.
            Kami mulai packing  dari jam 8 pagi. Kami semua, laki-laki dan perempuan, semuanya membawa tas carrier yang isinya peralatan-peralatan makan dan kemah beserta makanan, obat-obatan dan pakaian. Biar terasa seperti petualang sejati, kami tidak menyewa bus dan tidak memakai porter. Lalu jam 11 kami berangkat dari sekolah naik bus PATAS 02 menuju terminal Kampung Rambutan. Lalu kami naik angkot lagi dari Kampung Rambutan menuju ke pertigaan sebelum Cibodas.Lalu kami naik angkot berwarna kuning dengan menawar harga 4 ribu per orang ke tempat penginapan “mang Idi”.Mungkin kalian tau tempat itu.Karena udah sore kami memutuskan untuk menginap di situ.Waawww, keren.Lalu kami makan disitu dan ngobrol-ngobrol sampe malem.
            Lalu kami tidur.Gilak, rame banget tuh tempat penginapan. Lalu jam 3 pagi, kakak-kakak senior sampai dan kami mulai beres-beres dan bersiap untuk naik gunung. Ini bagian paling seru!!! Kami berjalan pagi-pagi buta dengan penuh semangat.Yaa, tau laahh tingkah-tingkah bocah norak yang baru pertama kali ngerasain naik gunung.Wkwkkwwk. Di jalan kami foto-foto.Yaaa, gak begitu penting sih foto-foto nyaa, namanya juga lagi norak. Wkwkwk. Gw gak tau kenapa ya, gw bisa ngerasa seneng banget buat naik gunung ini. Kami naik lewat jalur Cibodas, karena jalur Putri sedang di tutup.Dan bagi kalian yg tau, jalur nya itu buseeettt, panjang banget.Matahari mulai terbit.Kami berjaln menuju ke air terjun Cibereum.Lu pasti tau, itu keren abizz pemandangannya. Kita tetap beralay-alay ria foto-foto. Dari jalur ini kami bisa liat gunung Gede terlihat dekat dan gw udah gak sabar buat nyampe di puncak itu.
            Yaa, kalian pasti tau laahh kondisi fisik anak-anak SMA sekarang, beberapa anak mulai lama jalannya karena ada yang sakit kakinya. Banyak yang gengsi bilang kalo udah cape dan butuh bantuan.Yaa, namanya jg anak SMA. Wkwkwk. Tapi lama kelamaan udah mulai banyak suara-suara keluhan-keluhan yang membuat beberapa orang termasuk gw juga kesal ngedengerin keluhan-keluhan itu. Dari yang awalnya jalannya berbarengan, lama kelamaan sudah mulai terputus-putus jaraknya.Gw sudah mencoba menunggu orang-orang yang jalannya super lelet padahal udah di bantuin juga. Udah cukup lama juga kami jalan dan akhirnya kaki gw pun juga udah mulai mengeluarkan tanda-tanda keram, tapi 1 yang biking gw gk mau nyerah karena gw ngeliat seorang ibu Didit yang umurnya udah setengah abad dengan membawa tas tanpa gw melihat dia kelelahan. Akhirnya sampe di Sumber Air Panas. Gilaakk, gw baru pertama kali ngeliat pemandangan seperti ini. Suer demi apapun keren banget. Dan sialnya gw terpeleset. Untung kamera yang gw pegang gak jatoh. Masalahnya itu kamera bukan punya gw.Ckckck.
            Akhirnya sampe di Kandang Batu. Disitu kaki gw mulai keram dan sambil nunggu yang lain, gw istirahat sama Alodia. Lalu kami melanjutkan perjalanan lagi. Dan telapak kaki gw ngilu banget karena jalurnya full batu. Gw pun mulai bertanya-tanya, kapan sih kita sampe ke puncak. Gw mulai liatin tingginya pohon-pohon. Katanya sih kalo semakin pendek pohonnya semakin deket sama puncak. Tapi harapan gw pupus gara-gara ngeliat pohonnya masih tinggi. Gw baru sadar kalo orang-orang pendaki itu punya sopan yang tinggi dan ramah banget. Disini gw juga belajar sopan dan ramah dari mereka sepanjang perjalanan. Seru abis. Lama kelamaan emosi gw mulai naik karena lelah dan sebel sama temen-temen gw yang jalannya lelet karena gw gak sabar pengen nyampe puncak. Disini mental dan fisikpun diuji oleh alam. Akhirnya kami semua sampe di Kandang Badak, Anehnya gw tidak melihat badak sama sekali. Kira-kira kita semua sampe disitu jam 12-01 siang. Lalu kita isi air di situ untuk masak dan minum.Kami makan indomie disitu dan istirahat. Denger-denger sih kalo udah sampe Kandang Badak, berarti udah deket sama puncak. Gw pun berharap begitu juga.
            Lalu kami melanjutkan perjalanan.Ada 2 jalur disitu, jalur Pangrango dan jalur Gede.Lalu kami mengambil jalur Gede.Beruntunglah kami sudah mengisi tenaga, karena jalur yang kita hadapi semakin sulit. Lalu teman kami Dainty, ashma nya kambuh. Tapi ternyata dia masih tetap bisa lanjut.Gw mendengar ada jalur yang unik. Namanya “Tanjakan Setan”. Gw jg penasaran kenapa namanya begitu. Dan sesampainya disitu, gw tau kenapa namanya begitu. Gilaaakkk!! Gw harus rock climbing dengan kemiringan sekitar 85derajat dengan seutas tali. Ini pengalamn pertama gw. Sebenernya ada jalur alternative nya sih. Tapi gw, paticia, petrus, kak Aldo dan kak WP lewat Tanjakan Setan. Kak Aldo udah sampe di atas duluan. Lalu kak WP, Petrus, gw, baru Patricia. Gilaakk.Di tengah tanjakan, kami semua panik.Tali yang di pegang kak WP putus.Untung ada besi dan petrus yang menahan kak WP. Dan lu tau. Kami rock climbing tanpa tali dengan membawa kerier yg beratnya sekitar 10kg lebih. Sumpah, gw takut mati. Wkwkwkwk. Akhirnya kami nyampe di jalur berikutnya dan kami istirahat sebentar sambil nunggu yang lain yang lewat jalur alternative.
            Gw udah mulai berharap jalurnya semakin dekat dengan puncak karena batu-batunya mulai berkapur dan tumbuhannya tidak setinggi yang sebelumnya. Oowwhh maann, ini PHP banget. Gak nyampe-nyampe cuuyy!! Disini kami harus pegangan pohon untuk nanjak, karena jaraknya tinggi-tinggi. Suer, gw kesel banget gak nyampe-nyampe, ada kali gw istirahat 20x. Di PHP’in banget, katanya orang-orang yang lagi turun gunung sih tinggal sedikit lagi. Dan akhirnya gw, patricia, dan petrus mulai semangat lagi, kami udah bisa melihat sedikit cahaya langit yang menandakan kami hampir dekat puncak. Woooooww.Akhirnya kami melihat teman-teman kami yang sedang menunggu kami.Dan gilaakk.Pemandangannya gilaak banget. Tabiat alay kamipun muncul lagi. Kami foto-foto lagi.Waaww.Gw, petrus, dan davin beli kopi panas, baru 1 menit kami beli, langsung dingin. Apa-apaan niihh.Kami ditipu sepertinya.Wkwkwk.
            Kami disitu sekitar jam setengah 5 sore, dan kami harus berjalan lagi menuju puncak tertinggi gunung Gede. Dan waktu kami berjalan naik.Owh my GOD. Suuerr, gw bisa nyebutin itu berkali-kali. Gw bisa melihat sunset. Gw bisa melihat puncak Pangrango diseberang di bawahnya ada kabut awan dan matahari tenggelam dibawah. Semua kesal, capek dan sakit rasanya terbayar melihat ini. Suuueerrrr.
            Haripun mulai menuju gelap dan kami harus turun keSurya Kencana untuk mendirikan kemah. Surya kencana adalah padang rumput yang luaaasss bangeett. Kereen banget. Jam 7 malam gw baru sampe dan gw brsama beberapa orang yang udah sampe langsung bikin tenda secepatnya. Sueerr, disitu dingiiinn buuaangeett.Gimana enggak?Gw minum susu jahe baru mendidih langsung dari misting tapi gak ada panas-panasnya. Gilaakk. Disitu gw bisa melihat taburan bintang dilangit dan gw bisa melihat bintang jatuh. Sayangnya gk bisa gw foto.
            Pagi-pagi kami bangun, dan kalian tau?Woooww, tenda dan tas kami diselimuti butiran es. Woow. Baru kali ini gw ngeliat kejadian kaya gini. Ckckck. Lalu kami membuat kopi, teh dan spageti untuk sarapan.Setelah itu kami beres-beres dan foto dengan bendera Merah Putih dan bendera CBTA.Lalu kami naik ke puncak lagi.Disana kami foto-foto sambil menunggu teman kami Jovita dan Dainty. Sekitar 1 jam kami menunggu tapi mereka tidak muncul. Karena terlalu lama seniorpun mencari mereka dan kami turun duluan.Dan menunggu di puncak bawah.Lalu merekapun datang dan saya tidak tau dengan jelas ibu Didit marah pada mereka berdua dan suasana mulai menegang.Akhirnya kami melanjutkan penurunan.Selama penurunan sepertinya suasana semakin tidak bersahabat.Sepertinya kami semakin diuji fisik dan mental. Banyak dari kami yang semakin lelah dan emosi semakin meningkat, banyak yang semakin saling kesal satu sama lain. Gilak. Sekarang gw percaya, mental di gunung benar-benar keras. Mungkin bisa sampe golok-golokan kali kalo gak bener-bener sabar.Ckckck. Lalu di antara kami sudah mulai banyak yang kelelahan.Banyak yang sudah berjatuhan saat menuruni gunung.Lalu teman kami tidak sengaja tertinggal yaitu Putri, lalu kami tidak tau kalo dia jatuh dan keseleo, lalu ada penurun gunung juga yang memberi tau kalau teman kami ada yang keseleo, dan gendi menolong putri dan mencari bantuan pada bu Didit.Lalu kami membawa barang bawaan putri.Kamipun disuruh untuh berjalan duluan dan Putri jaga oleh Bu Didit, pak Agus dan Davin.Kamipun tidak diperbolehkan makan atau istirahat.Kami pun berjalan terpisah-pisah dan keegoisan kami mulai muncul.
            Kami sudah sangat lelah dan sakit, kami juga sangat lapar.Hujanpun mengguyur kami. Jalanan semakin licin dan bikin gw jatuh terpeleset. Punggung gw juga sakit banget karena tas kerier yang gw bawa. Dan sekitar jam 7 malam kami sampai di pintu masuk dan istirahat. Kamipun minum obat dan berteduh sambil menunggu Putri, bu Didit, pak Agus dan Davin. Lalu kami mencharter angkot kuning ke depan pertigaan. Bisa kalian bayangkan.Limabelas orang termasuk kerier-kerier kami masuk kedalam angkot yang sangat sesak. Akhirnya gw, petrus, Davin dan pak Agus menggandul di pintu angkot dan melawan derasnya hujan. Waaww.
            Dari pengalaman ini, gw pribadi punya penilaian-penilaian tersendiri terhadap acara ini. Kami membuat acara ini bukan hanya untuk bersenang-senang. Dalam perjalanan ini kami bisa belajar bahwa untuk mencapai tujuan kita, kita akan menghadapi jalan yang begitu sulit, panjang, curam, terjal, berbatu yang dapat membuat kita putus asa, jatuh, dan kesal. Kita juga harus lelah dengan beban yang kita pikul dari kita memulai sampai pada akhir kita kembali. Kalau kalian yang membaca ini dari awal, pasti kalian merasa kesal akan ke egoisan kami pada saat perjalanan. Tapi, biarkan kami belajar dari pengalaman ini agar kami menjadi orang yang lebih dewasa untuk menghadapi masalah-masalah yang kami alami.Kami harus melawan rasa takut, dan melawan keterbatasan kami untuk mencapai tujuan kami. Dan apa yang kami lakukan semata-mata hanya untuk belajar dan memaknai setiap langkah kami. Kelihatannya tidak penting, tapi inilah cara kami.“Beban bukan untuk dikeluhkan, tapi untuk dijalani.Jika beban dilihat sebagai penderitaan maka hidup tidak akan ada maknanya.”